Syarat utama: data harus dimiliki dulu
Sebelum desa dapat memanfaatkan DTSEN, ada satu syarat mendasar: data DTSEN by name by address harus terlebih dahulu dimiliki oleh Pemerintah Daerah. Akses ini diatur melalui mekanisme berbagi pakai data antara BPS dan Pemerintah Daerah, sesuai Permen PPN/Bappenas Nomor 7 Tahun 2025 tentang Pedoman Berbagi Pakai DTSEN.
Data DTSEN by name by address bersifat rahasia dan dilindungi Undang-Undang. Hanya pihak yang memiliki akses resmi dan kewenangan yang dapat menggunakannya. Pemanfaatan harus selalu mengikuti ketentuan kerahasiaan dan perlindungan data pribadi.
Tiga cara desa memanfaatkan DTSEN
Setelah data tersedia, ada tiga cara utama desa dapat memanfaatkan DTSEN untuk perencanaan program lokal.
1. Menyaring keluarga berdasarkan desil dan wilayah
Desa dapat menampilkan daftar keluarga di wilayahnya yang berada pada desil tertentu. Misalnya: "tampilkan seluruh keluarga desil 1 sampai 3 di Dusun A". Hasilnya adalah daftar by name by address yang dapat menjadi dasar prioritas berbagai program.
2. Menabulasi berdasarkan variabel
Desa dapat menghitung jumlah keluarga berdasarkan kondisi tertentu, sesuai variabel yang tersedia di DTSEN. Ini sangat berguna untuk merancang program yang sesuai kebutuhan nyata desa.
Desa merancang program rumah sehat
Sebuah desa ingin menjalankan program perbaikan rumah tidak layak huni. Dengan DTSEN, desa dapat menabulasi kondisi perumahan warganya: berapa rumah dengan lantai tanah, berapa rumah tanpa fasilitas buang air besar yang layak, berapa yang dindingnya belum permanen.
Dari tabulasi ini, desa bisa langsung mengetahui keluarga mana yang paling membutuhkan, tanpa harus melakukan pendataan ulang dari nol. Program jadi lebih cepat, lebih murah, dan lebih tepat sasaran.
3. Mengurutkan kondisi penduduk
Desa dapat mengurutkan penduduk berdasarkan variabel tertentu untuk memahami kondisi sosial-ekonomi wilayahnya. Contohnya: mengurutkan penduduk berdasarkan tingkat pendidikan untuk merancang program literasi, atau berdasarkan tingkat pengeluaran untuk memetakan kelompok rentan.
Variabel data yang tersedia di DTSEN
DTSEN memuat banyak variabel yang dapat dimanfaatkan desa. Variabel-variabel ini dikelompokkan ke dalam beberapa kategori besar:
| Kategori | Contoh Variabel |
|---|---|
| Perumahan | Status kepemilikan rumah, luas lantai, jenis lantai/dinding/atap, sumber air minum, sumber penerangan, bahan bakar memasak, fasilitas buang air besar |
| Demografi | Anggota keluarga, jenis kelamin, status perkawinan, hubungan dengan kepala keluarga |
| Pendidikan | Partisipasi sekolah, jenjang pendidikan, kelas tertinggi, ijazah tertinggi |
| Ketenagakerjaan | Status bekerja, lapangan usaha, kedudukan dalam pekerjaan |
| Kepemilikan Usaha | Kepemilikan usaha, jumlah usaha, jumlah pekerja, omzet usaha |
| Kesehatan | Kondisi gizi anak, kesulitan/gangguan, kepemilikan pengasuh, keluhan kesehatan kronis |
| Program & Aset | Penerima bantuan iuran, kepemilikan aset bergerak/tidak bergerak, kepemilikan rekening atau dompet digital |
Untuk apa saja DTSEN dipakai?
Di tingkat nasional, DTSEN telah menjadi basis data pensasaran untuk berbagai program. Memahami ini membantu desa melihat gambaran besar mengapa akurasi data desa begitu penting:
- Bantuan Sosial PKH (Program Keluarga Harapan)
- Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT)
- Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Nasional
- Sekolah Rakyat — penjaringan calon siswa
- Program bantuan perumahan bagi guru, tenaga kesehatan, buruh, pekerja migran, ASN, dan masyarakat berpenghasilan rendah
- Dan berbagai program lainnya
Setiap data yang akurat di tingkat desa akan mengalir menjadi keputusan program di tingkat nasional. Desa bukan sekadar objek pendataan, tetapi mitra aktif dalam memastikan bantuan negara sampai ke tangan yang tepat.
Apa selanjutnya?
Anda sekarang paham bagaimana desa dapat memanfaatkan DTSEN. Tetapi DTSEN bukan data yang statis — ia terus berubah dan diperbarui. Memahami sifat dinamis ini penting agar pemanfaatannya selalu berdasarkan data terbaru. Mari kita bahas di bagian berikutnya.
