Panduan Praktis

Data yang Anda input hari ini, menentukan siapa yang dibantu besok.

Panduan praktis untuk perangkat desa, agen statistik, kader posyandu, pendamping PKH, dan RT/RW dalam memahami Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), indikator kemiskinan, dan determinan stunting.

8 bagian ~30 menit baca Bisa diakses dari HP

Mengapa panduan ini ada?

Sejak Februari 2025, Indonesia memiliki data tunggal baru bernama DTSEN yang menggantikan DTKS. DTSEN menjadi rujukan untuk seluruh program bantuan sosial di Indonesia — mulai dari PKH, BPNT, KIS, hingga program penanganan stunting. Akurasi DTSEN bergantung pada satu hal: kualitas input di tingkat desa.

Perangkat desa, agen statistik, pendamping PKH, kader, dan RT/RW adalah aktor kunci yang menentukan apakah seorang ibu hamil di pelosok bisa mendapat bantuan, apakah seorang anak stunting masuk daftar intervensi, atau apakah keluarga miskin tertinggi terdata dengan benar.

Tapi konsep DTSEN tidak selalu mudah dipahami. Apa itu desil dan bagaimana cara menghitungnya? Bagaimana data DTSEN bisa dimanfaatkan untuk program di desa? Bagaimana sistem menentukan kemiskinan? Apa hubungannya dengan stunting? Panduan ini menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan bahasa sehari-hari.

Mulai dari mana?

Panduan ini dirancang untuk dibaca bertahap. Anda dapat membaca seluruhnya secara berurutan, atau langsung melompat ke bagian yang paling Anda butuhkan.

Penting Diketahui

Panduan ini bersifat edukasi. Untuk keputusan resmi tentang status DTSEN seseorang, selalu rujuk pada hasil ground check BPS dan keputusan resmi Kementerian Sosial. Jika ada pertanyaan teknis spesifik, hubungi BPS Kabupaten atau Dinas Sosial setempat.